About Me

13
3514

Dari pendidik/jurnalis/birokrat akhirnya jadi trainer .

Antara cita-cita dengan realita tidak selalu sama , dari kecil saya tanpa disengaja tidak pernah bercita-cita untuk menjadi pendidik apalagi sebagai jurnalis , tetapi pergaulan lingkungan dan situasi yang dihadapi setelah selesai sekolah , setelah masuk ke alam nyata alam realita ternyata sangat jauh berbeda. Hanya dengan berbekal ijazah tidaklah cukup , apalah yang bisa dilakukan.

Justru pergaulan yang banyak membantu saya mengantarkan saya menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi dan sekaligus sebagai jurnalis lokal karena kebetulan tempat tinggal bersebelahan dengan Kantor Antara, dan membawa ke pergaulan lingkup pejabat, mempelajari program pembangunan, wawasan sosial, teknis menulis kepekaan sosial politik dan semua membentuk karakter dan jiwa yang siap mandiri.

Pekerjaan ini menyenangkan tapi tuntutan jiwa belum terpenuhi dan begitu ada kesempatan langsung pindah ke alam birikrasi , mungkin dunia saya memang bukan di birokrasi karena akhirnya tidak nyaman juga dan akhirnya sejak ntahun 1990 menekuni bidang pendidikan dan pelatihan sebagai trainner sampai sekarang. Posisi ini tidak menggiurkan karena sebagai tenaga fungsional jadi ruang lingkupnya terbatas maka banyak yang tidak tertarik tapi bagiku banyak memberikan kenikmatan, banyak memberikan kesempatan belajar, banyak memberikan keleluasaan dalam bertindak dan berfikir dan satu hal yang sangat saya syukuri dengan menjadi widyiaiswara banyak memebri kesempatan untuk terus mengembangkan diri.

Mungkin teman-teman, saudara-saudaraku saat ini yang seangkatan seusia sudah pensiun, sudah tidak tau hari ini melakukan apa , dan besok melakukan apa , lusa melakukan apa? Jawabannya tidak tau . Alhamdulillah saya masih dapat berbuat banyak untuk keluarga, relasi, teman-teman dan siapa saja secara langsung maupun di dunia maya .Dusun Betakan ,KelSb rahayu ,Kec Moyudan Kab Sleman Yogyakarta , Moyudan sleman , Betakan Sumber Rahayu , mbah mendung dalam sejarahku

Sugiyanto Mendung adalah laki-laki tulen sejak lahir di dusun Betakan ,Kelurahan Sumberrahayu ,Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta sekitar 10 km dari Kota Yogyakarta arah barat, lahir tanggal 20 Mei tahun 1952. Memiliki 1 istri Nurfalah Moersalin , Anak 2 putri Indah dan Ayu , 1 putra Bagus Siampurno dan 2 Cucu . Pasha Al Nazri dan Omair Al Ghozi .

Banyak yang mempertanyakan kenapa nama belakang itu Mendung. Mendung adalah nama kakek/buyut saya sebagai pengabdian pada leluhur dan dalam upaya mengharumkan nama beliau yang telah banyak berjasa dilingkungan keluarga. Karirnya diawali di bidang Educatif sebagai Staf Pengajar di STKIP Pringsewu, Lampung dilanjutkan berkarir di pemerintahan sebagai Pegawai Negri Sipil BKKBN Propinsi Lampung dan sejak tahun 1990 kembali menekuni bidang edukatif .

Tahun 2002 mutasi ke BKKBN Pusat sebagai widyaiswara hingga memperoleh pengakuan sebagai widyaiswara Utama (Guru Besar) hingga sekarang . Pendidikan formal di Fak Sospol UGM selesai tahun 1977, tamatan SMA Muhammadiyah I Yogayakarta , sewaktu SMP di SMP Negeri I Terban Taman Yogyakarta dan Tamatan SD Kembangan , Sumberrahayu, Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta .Selama berkarir sebagai struktural maupun setelah menjadi widyaiswara banyak sekali mengikuti berbagai trainning didalam maupun di luar negeri yang jika dijumlah lebih dari 1400 jam..

Sejumlah karya tulis telah banyak dihasilkan terutama digunakan untuk internal pembelajaran bagi Petugas Lapangan KB, Pegawai BKKBN dan seluruh PNS dan Non PNS yang mengikuti program Pendidikan dan Pelatihan di BKKBN. Tempat tinggal keluarga di Jln Prajurit 27 Tanjungbaru Bandar Lampung , dan sehari-hari bertempat tinggal di Jl Permata 27 Kebonpala, Kecamatan Makasar Halim Perdana Kesuma jakarta Timur dekat dekan Kantor tempat tugas yakni di Pusat Pelatihan Pegawai dan Tenaga Program BKKBN.

Untuk memenuhi kebutuhan milis digunakan beberapa email ;

  • sugiyanto@bkkbn.go.id
  • sgmendung@yahoo.co.id
  • sgmendung@gmail.com
SHARE
Next articlePenyuluh KB/PLKB

13 COMMENTS

    • Siapa menduga satelit bisa menyatukan umat manusia. Subhanallah jadi begitu mudahnya Allah menyatukan kita yang mana dulu diluar jangkauan akal manusia> insyaAllah menambah tauhid kita …Amin

    • Alhamdulillah, mungkin masih kenal p suwanjono saya kakaknya yg saat ini posisi di jakarta , mas eka ini posisi dimana dan anaknya siapa mungkin saya masih ingat karena tahun 1978 udah keluar dari Betakan. Matur nuwun

      • Mohon maaf Bapak, sy baru search lagi untuk melihat tulisan Bapak. Oh nggih, kalau Pak Suwanjono sy tahu Pak. Kalau melihat perjalanan dan kisah hidup Bapak sungguh inspiratif. Sy sekarang merantau di Semarang Pak.

  1. Assalamualaykum, Pak yanto, mungkin saya harus memanggil begitu, karena Bapak seumuran dg Bapak saya yg lahir 1954. Saya juga dr Betakan Pak, tepatnYa sebeLah kiduL kuLon, saya coba search ttg ‘betakan’, tyt ada orang hebat dr dusun kita tercinta, salam kenal

  2. assalammualaikum Pak Giyanto. Saya Zulmarito PKB di Kab Lampung Selatan. Bagaimana pak dengan perihal PKB di tarik kembali ke pusat. Apa ini sesuatu yang akan kembali membangkitkan program KB ?. Karena sepertinya eforia kembali ke pusat membuat PKB gembira. Tapi apa PKB juga akan meningkat kinerjanya setelah 12 tahun era otonomi pkb kendor kinerjanya.
    Kalau dulu memang semua terpusat. Presiden yang berada di pusat jejaring benar-benar jadi leader. Dukungan politis kuat. Tapi kalau nanti PKB jadi pegawai pusat karena vertikal, bagaimana dengan kelembagaan di kabupaten. apa ikut rezim otonomi daerah atau vertikal juga. Kalau tidak bisa-bisa PKB, jadi makhluk yang kepala di pusat kakinya di daerah. Apa nanti tidak akan timbul gesekan dan koordinasi yang kurang baik.
    Apalagi BKKBN yang dulu institusinya begitu kuat dengan konsep koordinasi yang merupakan roh kelembagaan yang menjiwai seluruh program, kini kata itu hilang di ganti kependudukan, yang penjabarannya di lapanganpun tidak jelas.
    sementara itu dulu pak Gianto sekedar bertanya dan mengeluarkan uneg-uneg.

LEAVE A REPLY